Hi guys 😊 apa yang terpikirkan dari mendengar kata Tarantula di otak kalian ?... geli, takut, jijik, beracun ?
Sama seperti saya diawal saya sebelum mengenal dunia tarantula, awalnya saya phobia, tau sendiri kan kalo orang phobia itu rasanya gimana ? jangan kan ngeliat, bayangin aja rasanya udah geli, jijik, merinding, takut pokonya campur aduk lah 😆. Duh berasa mending suruh nyemplung kolam ikan aja dah daripada liat yang begituan.
Eh jadi curhat dikit gaes heheheh 😅. To the poin aja lah, kali ini saya akan membahas caresheet (perawatan) tarantula. Tarantula termasuk dalam family Theraphosidae, dan menurut World Spider Catalog, versi 17, telah teridentifikasi 132 Genus & 969 spesies.
Berdasarkan persebarannya, tarantula dibagi menjadi dua, yaitu Old World yang berasal dari Asia, Eropa, Afrika, dan Australia sedangkan New World berasal dari Amerika Utara, Tengah, dan Selatan.
Berdasarkan gaya hidupnya, tarantula dibagi menjadi tiga jenis yaitu Arboreal atau tinggal di atas pohon dan ketinggian, Terestrial atau hidup di permukaan tanah (di abawah batu dan kayu-kayu lapuk) dan yang terahir adalah Burrower atau tarantula yang hidup dengan membuat lubang di bawah tanah sebagai tempat hidupnya.
Contohnya nih
Arboreal : Avicularia, psalmopoeus, lampropelma, Poecilotheria.
Terestrial : Brachypelma, Nandhu, Gramostola, Lasiodora.
Burrower : Selenocosmia, Lyrognathus, Phlogiellus, Ephebopus.
Pertahanan tarantula sendiri setiap jenis tarantula memiliki tipe pertahanan yang berbeda-beda. Berdasarkan asalnya tarantula New World memiliki pertahanan dengan menggunakan Urticating Hair atau menebarkan bulu-bulu halus yang ada pada abdomen mereka sebagai cara bertahan, biasanya mereka akan menggosokkan kaki belakang ke adomen untuk melepaskan Urticating hair. Pada tarantula Old World tipe pertahanan mereka dengan cara berlari cepat dan menggigit dengan temperamen yang lebih agresif dari tarantula New World yang kebanyakan lebih kalem. Biasanya trantula Old World lebih beracun atau bervenom tinggi daripada tarantula yang berasal dari daratan New World.
Venom yang di injeksikan oleh tarantula sendiri akan berbeda efeknya pada setiap orang, tergantung pada kekebalan orang tersebut. Ada yang berasa hanya lebam, nyeri disertai demam, alergi bahkan sesak nafas. Sampai saat ini saya belum pernah mendengar ada kasus kematian yang disebabkan oleh gigitan tarantula namun tidak dipungkiri jika seseorang tersebut sedang menderita penyakit lainnya yang kemudian diperparah dengan gigitan tarantula.
Setiap tarantula memliki tingkatan venom yang berbeda-beda mulai dari Low, Medium dan High. Pada jenis tarantula New World kebanyakan memiliki venom antara Low-Medium, namun pada tarantula Old World kebanyakan memiliki venom medium-High.
Untuk makanan, tarantula merupakan binatang karnivora (serangga, belalang, dan mamalia kecil seperti mencit). Pemberian pakan sendiri disesuaikan dengan ukuran tarantula, pada saat sling (baby) jangkrik kecil, belalang kecil dan ulat kandang maupun hongkong. Untuk frekuensi pemberian pakan bisa dilakukan seminggu 1x atau 2x, disesuaikan dengan ukuran abdomen tarantula. Disamping itu kelembaban dan ketersediaan air harus lah cukup.
Media hidup Tarantula
Media hidup yang biasa dipakai untuk memelihara tarantula sendiri haruslah media yang dapat memelihara atau mempertahankan kelebaban lebih lama dari media lain dan tidak terlalu rapat volumenya. Cocopeat merupakan media yang sering dipakai untuk memelihara tarantula. Cocopeat sendiri merupakan serabut kelapa yang sudah di buat mejadi serbuk-serbuk kecil mirip tanah namun dia bersifat menjaga kelembaban dan tidak mengeras apabila kelamaan dipakai (tidak seperti tanah). Cocopeat biasanya banyak di jual di toko-toko bunga, toko agro bibit pohon dan tempat-tempat seperti itu lah pokonya 😇.
Media hidup Tarantula
Media hidup yang biasa dipakai untuk memelihara tarantula sendiri haruslah media yang dapat memelihara atau mempertahankan kelebaban lebih lama dari media lain dan tidak terlalu rapat volumenya. Cocopeat merupakan media yang sering dipakai untuk memelihara tarantula. Cocopeat sendiri merupakan serabut kelapa yang sudah di buat mejadi serbuk-serbuk kecil mirip tanah namun dia bersifat menjaga kelembaban dan tidak mengeras apabila kelamaan dipakai (tidak seperti tanah). Cocopeat biasanya banyak di jual di toko-toko bunga, toko agro bibit pohon dan tempat-tempat seperti itu lah pokonya 😇.
Tarantula melakukan molting sebagai tanda bahwa tarantula tersebut tumbuh, frekuensi molting setiap tarantula berbeda-beda tergantung juga pada kelembaban dimana dia hidup artinya semakin lembab maka proses molting akan semakin cepat dan mengurangi resiko Bad Molt atau gagal molting dan akhirnya mati. Namun kelembaban yang berlebihan juga tidak baik bagi si tarantula (menurut pengalaman sih 😎).
Ciri tarantula molting
Tarantula mempunyai siklus pertumbuhan yang unik. Dia akan berganti kulit untuk bertambah besar (molting). Sebelum molting terdapat siklus pre-molting dimana siklus ini ditandai dengan tarantula yang semakin pasif (geraknya) dan penurunan nafsu makan ciri lain jika pada Brachypelma Albopilosum yaitu warna abdomen yang semakin kusam dan hitam banget (bukan hitam karena bulu urticating hair tapi hitamnya hitam kusam). Jika tarantula ga mau makan sampai berminggu-minggu bahkan sampai sebulan itu tandanya dia lagi pre-molt.
Ketika anda menemukan bahwa tarantula anda sedang dalam keadaan terbalik, jangan takut itu tandanya dia sedang molting, JANGAN DIGANGGU !!! biarkan saja dan doakan supaya dia sukses wkwk soalnya banyak kasus tarantula mati karna gagal moting / bad molt. Selalu jaga kelembaban itu akan membantu banyak untuk mensukseskan proses molting.
Perawatan pasca molting
Pasca molting tarantula akan sangat rapuh dan lemas dengan posisi tetap terbalik hingga dia merasa kuat kembali setelah itu ia akan tengkurap lagi. Nah tarantula yang baru molting jangan diberi makan hingga 5-7 hari karna itu akan berakibat fatal dengan tubuh dan taring yang masih lunak akan sangat membahayakan bila jangkrik atau serangga lain masuk ke kandang tarantula.
Bagaimana menjaga kelembaban ?
Misting/spray di dinding atau cocopeatnya (kalau cocopeat sudah kering). Bukan spray sampai becek. Selain itu cocopeat disiram, peras sampai tidak netes air. Itu membuat humid menjadi 70%. Dengan catatan, suhu tidak terlalu rendah. Suhu ruangan normal (25-30 c) merupakan suhu yang cukup untuk tarantula. Humid di indonesia itu sudah 50%. Kalo ventilasi dibuka lbih bnyk, humid yang 70% tadi akan cepat drop. Kalau ventilasi sedikit humid 70% itu akan lebih stabil. Klo tidak ada ventilasi bisa 80-100%, namun meningkatkan resiko terserang kutu dan jamur.
Untuk para pemilik hobbi tarantula yang masih beginner (pemula) disarankan mengetahui karakter dan caresheet masing-masing tarantula yang ingin di peliahara terlebih dahlu, hal ini penting mengingat setiap tarantula memiliki karakter yang berbeda-beda.
Tarantula yang aman untuk beginner misalkan dari jenis Brachypelma, Grammostola, Lasiodora. Kebanyakan dari jenis yang saya sebutkan tersebut bersifat kalem dan slow banget. Diawal-awal saya pelihara tarantula saya memilih Brachypelma Albopilosum, nah share aja kalo tarantula ini lemot baget, dengan pertumbuhan cepat dan kalem memudahkan saya yang masih seorang newbi (yang masih takut-takut gimana gitu).
++nya memelihara tarantula itu banyak menurut saya, apalagi saya yang dulunya seorang phobia laba-laba (tarantula juga termasuk laba-laba keles).
Ciri tarantula molting
Tarantula mempunyai siklus pertumbuhan yang unik. Dia akan berganti kulit untuk bertambah besar (molting). Sebelum molting terdapat siklus pre-molting dimana siklus ini ditandai dengan tarantula yang semakin pasif (geraknya) dan penurunan nafsu makan ciri lain jika pada Brachypelma Albopilosum yaitu warna abdomen yang semakin kusam dan hitam banget (bukan hitam karena bulu urticating hair tapi hitamnya hitam kusam). Jika tarantula ga mau makan sampai berminggu-minggu bahkan sampai sebulan itu tandanya dia lagi pre-molt.
Ketika anda menemukan bahwa tarantula anda sedang dalam keadaan terbalik, jangan takut itu tandanya dia sedang molting, JANGAN DIGANGGU !!! biarkan saja dan doakan supaya dia sukses wkwk soalnya banyak kasus tarantula mati karna gagal moting / bad molt. Selalu jaga kelembaban itu akan membantu banyak untuk mensukseskan proses molting.
Perawatan pasca molting
Pasca molting tarantula akan sangat rapuh dan lemas dengan posisi tetap terbalik hingga dia merasa kuat kembali setelah itu ia akan tengkurap lagi. Nah tarantula yang baru molting jangan diberi makan hingga 5-7 hari karna itu akan berakibat fatal dengan tubuh dan taring yang masih lunak akan sangat membahayakan bila jangkrik atau serangga lain masuk ke kandang tarantula.
Bagaimana menjaga kelembaban ?
Misting/spray di dinding atau cocopeatnya (kalau cocopeat sudah kering). Bukan spray sampai becek. Selain itu cocopeat disiram, peras sampai tidak netes air. Itu membuat humid menjadi 70%. Dengan catatan, suhu tidak terlalu rendah. Suhu ruangan normal (25-30 c) merupakan suhu yang cukup untuk tarantula. Humid di indonesia itu sudah 50%. Kalo ventilasi dibuka lbih bnyk, humid yang 70% tadi akan cepat drop. Kalau ventilasi sedikit humid 70% itu akan lebih stabil. Klo tidak ada ventilasi bisa 80-100%, namun meningkatkan resiko terserang kutu dan jamur.
Untuk para pemilik hobbi tarantula yang masih beginner (pemula) disarankan mengetahui karakter dan caresheet masing-masing tarantula yang ingin di peliahara terlebih dahlu, hal ini penting mengingat setiap tarantula memiliki karakter yang berbeda-beda.
Tarantula yang aman untuk beginner misalkan dari jenis Brachypelma, Grammostola, Lasiodora. Kebanyakan dari jenis yang saya sebutkan tersebut bersifat kalem dan slow banget. Diawal-awal saya pelihara tarantula saya memilih Brachypelma Albopilosum, nah share aja kalo tarantula ini lemot baget, dengan pertumbuhan cepat dan kalem memudahkan saya yang masih seorang newbi (yang masih takut-takut gimana gitu).
++nya memelihara tarantula itu banyak menurut saya, apalagi saya yang dulunya seorang phobia laba-laba (tarantula juga termasuk laba-laba keles).
- Makan cukup 1x-2x seminggu, sekali makan 1-2 ekor jangkrik doang tergantung ukuran tarantula otomatis biaya pemeliharaan murah loh
- Gak usah repot bersihin kotoran, karna tarantula sendiri kotorannya cair dan sedikit baget kalian gak akan tau si tarantula berak di mana karna emang keliatan kaya gak buang kotoran dan yang terpenting ga ada baunya wkwk
- Bersihin kandang pas setelah kasi makan aja gak prlu setiap hari selayaknya hewan peliharaan lain, kita perlu ambil kalo ada sisa makanan dari si tarantula ini PENTING !!! karna jika di kandang tarantula terdapat sisa makanan maka akan memancing semut datang dan tarantula saya mati gara-gara semut duh apes
- Gak perlu sering-sering ganti cocopeat, kalo saya sih 2-3 bulan sekali ya, dirasa udah waktunya ganti ya ganti udah gitu aja 😸
- Mempengaruhi atau menambah tingkat ke-keren-an, ke-cool-an, dan ke-garang-an para kaum pemelihara tarantula hehe karna gak sembarang orang berani, bagi saya sih pelihara tarantula itu keren apalagi bisa di pajang di ruangan tertentu misal kamar woo keren 😸
- Kandangnya kita bisa pake box bekas kue yang dari mika, kaca bahkan atom, tinggal kasi ventilasi udara aja dan jangan lupa kasi minum bisa pake tutup botol air mineral misal Aqu*a
- Gak kawatir kalo di tinggal nge-trip gaes




SOCIALIZE IT →